Rabu, 13 Juni 2012

Singapore Trip : A Day in Universal Studio Singapore #2

Setelah makan siang, tenaga kami kembali terkumpul untuk lanjut mengelilingi Universal Studio Singapore. Keluar dari Discovery Food Court, kami disambut oleh patung replika 2 dinasaurus. Langsung saya minta tolong mama memfoto saya bersama mereka. 

Welcome to Jurassic Park
Selanjutnya kami melihat ada wahana semacam arum jeram di kawasan ini. Setelah mengamat-amati, kami mencari pintu masuknya, lalu mulailah kami ikut antrian. Pada saat mulai mengantri, kami melihat para pengunjung banyak yang bersiap mengenakan wet coat. Wah, khawatir baju kami bakal basah semua, padahal kami tidak membawa baju ganti, saya langsung keluar antrian untuk bertanya kepada petugas yang terdapat di depan pintu masuk, di mana bisa mendapatkan wet coat tersebut. Ternyata, tidak jauh dari pintu masuk, dijual wet coat itu. Harganya cukup mahal juga, S$ 3 untuk 1 buah wet coat ukuran orang dewasa. Setiap pembelian 1 buah ukuran dewasa, akan dapat gratis 1 buah untuk anak-anak. Akan tetapi, karena kami berdua memerlukan ukuran orang dewasa, maka kami membeli 2 buah ukuran dewasa, dengan yang ukuran anak-anak kami simpan (bahkan dibawa sampai Jakarta untuk kenang-kenangan) :P

Saya di Antara Tulang Belulang Dinosaurus :P
Nama wahana arum jeram ini adalah "Jurassic Park Rapids Adventure". Penjelasan pada Studio Guide : "enjoy a thrilling river raft ride through primeval dinosaur habitats where you will get wet and possibly soaked".

Jurassic Park Rapids Adventure

Antrian sudah sangat panjang. Bagusnya di setiap wahana di USSR ini, di dekat pintu masuk, diinformasikan waktu perkiraan mengantri sehingga setiap pengunjung dapat memprediksi lamanya mengantri dan membantu dalam memutuskan akan naik wahana tersebut atau tidak. Perkiraan waktu mengantri untuk arum jeram ini sekitar 1 jam dan memang benar, setelah 1 jam kami mengantri, tibalah giliran kami naik. Oh iya, ternyata di antara barisan antrian, terdapat mesin yang menjual wet coat, jadi kita dapat membelinya dengan memasukkan koin di mesin ini. Saya dan mama termasuk beruntung karena kami hanya berdua. Jadi untuk satu perahu pada arum jeram ini dapat diisi oleh 6 orang. Nah, kebetulan ada satu perahu yang sudah berisi 4 orang, sehingga tersisa 2 orang. Yang mengantri di depan kami kebetulan satu keluarga yang lebih dari 2 orang. Jadi ketika petugas di sana mencari 2 orang tambahan, saya langsung mengacung, dan kami dapat melewati antrian di depan untuk langsung masuk ke perahu. 

Kami sudah mengenakan wet coat kami ketika masuk ke perahu. Tas pun kami masukkan ke dalamnya. Perahu diluncurkan. Mirip seperti arum jeram di Dufan, hanya saja suasana sekitarnya adalah Taman Jurassic dengan di kanan kiri terdapat dinosaurus. Ada yang tiba-tiba muncul dari air, ada yang bergerak-gerak, ada yang mengeluarkan air dari mulutnya... Macam-macamlah dengan suara-suaranya. Banyak juga terdapat air terjun mini. Lalu kami masuk ke dalam gua. Ternyata di sana terdapat banyak dinosaurus. Ada suara-suara orang seperti di film The Lost World, sepertinya mengesankan kami sedang terjebak di antara dinosaurus yang akan menerkam kami dan mereka sedang berusaha menyelamatkan kami. Tiba-tiba perahu kami terhenti dan mentok di sebuah tembok. Setelah sekian lama berhenti, ternyata tembok di depan kami itu adalah lift. Pintu lift terbuka. Perahu kami masuk ke dalamnya dan tiba-tiba pintu lift tertutup. Dari atas, ditembakkan cahaya lampu sorot mengarah ke kami. Lift perlahan naik. Ternyata di atasnya ada kepala T-Rex siap menerkam kami. Kemudian, tidak lama setelah itu, perahu kami tiba-tiba terhempas keluar. Sisi lain pintu lift terbuka dan... Byurrr.... kami semua langsung basah. Nah foto di atas itu, bagian setelah kita keluar dari lift ini. Lalu kami kembali lagi ke tempat awal perjalanan ini dimulai. Wah... seru ternyata... terutama sensasi di bagian akhir. Untunglah kami memakai wet coat. Kalau tidak, akan basah kuyup. Wet coat ukuran dewasa yang kami pakai selanjutnya kami berikan ke pengunjung lain yang akan memasuki wahana ini. Kami memberikannya kepada orang Indonesia juga. 

Setelah arum jeram, saya bilang ke mama ingin naik wahana "Canopy Flyer", yang masih terdapat di kawasan The Lost World. Awalnya saya ajak mama tapi mama kali ini tidak berani dan lebih memilih menunggu dengan duduk-duduk di tempat-tempat duduk yang tersedia di dekat wahana ini. Apa itu "Canopy Flyer"? "Enjoy a prehistoric bird's-eye view as you soar over Jurassic Park". Nah kalo mau tau seperti apa, bisa dilihat di foto saya paling atas yang bersama 2 dinosaurus. Nah, di dekat tulisan "Jurassic Park" ada semacam rel-rel. Nah rel itulah yang saya lewati. Kendaraannya berupa dua pasang tempat duduk yang saling membelakangi yang tergantung di rel-rel tersebut. Nah... ketinggian inilah yang membuat mama saya kurang berani. 

Setelah antri selama hampir satu jam, tibalah giliran saya menaiki wahana ini. Di sebelah saya saat menaiki wahana ini adalah seorang bapak yang sudah cukup tua. Dari wajahnya sepertinya orang Indonesia dan entah mengapa saya merasa pernah lihatnya tapi entah di mana. Saya tidak bertanya pada bapak itu, saya cuek saja naik terus teriak-teriak selama menikmati wahana. Yaa... rasanya seperti terbang... Seruuu!!! Benar seperti penjelasan di studio guide. Saya merasa seperti burung purba yang terbang mengelilingi Taman Jurassic. Keluar dari wahana, saya mendatangi mama. Ternyata bapak yang di sebelah tadi mendatangi (sepertinya sih) istrinya yang duduk di sebelah mama. Eh... si mama kok pas lihat bapak itu, bisik-bisik ke saya " Itu Mantan Menteri Pertanian. Aduh mama lupa namanya". Yaa... mama saya pensiunan PNS Departemen Pertanian. Hingga kami meninggalkan bapak tersebut, mama belum dapat mengingat namanya. Jadi, kami hanya tersenyum saja pada Bapak itu dan dia dengan ramah membalasnya. Barulah setelah jauh meninggalkan Bapak itu mama ingat. Bapak itu adalah Bapak Anton Apriyantono, Menteri Pertanian pada Kabinet Indonesia Bersatu tahun 2004-2009. Wah... jujur saya salut dengan bapak itu. Low profile sekali. Dia antri seperti pengunjung lain dan tersenyum pada orang yang senyum sama dia, ditambah saya salut juga dengan jiwa petualangannya mencoba wahana-wahana sedikit ekstrim.

Kami terus berjalan hingga memasuki kawasan Ancient Egypt. Kalau kawasan ini, temanya diambil dari film The Mummy Returns yang dibintangi oleh pegulat WWF, The Rock. Wah... rasanya seperti di Mesir. Disambut dengan patung-patung raksasa berbadan manusia dan berkepala anjing (duhh... kok kombinasinya jelek banget yah).

Kawasan Ancient Egypt
Nah di kawasan ini, wahana pertama yang kami naiki adalah " Treasure Hunters" : " Children can drive their own desert jeep through an abandoned Egyptian excavation site. Yaa... pengunjung wahana ini sebagian keluarga dengan anak-anak kecil. Ah... tapi kami kan ga mau rugi. Mau mencoba wahana apa saja yang memungkinkan khususnya yang bisa saya nikmati bersama mama. Pada wahana ini, pengunjung akan menaiki semacam mobil jeep yang berjalan di atas rel khusus melintasi situs purbakala di Mesir. Di kanan kiri awalnya dijumpai tiruan kudanil yang tiba-tiba muncul dari kolam lalu masuk lagi, tiruan ular-ular kobra, tiruan macan kumbang, tiruan buaya yang sedang berendam di sungai, semuanya lengkap dengan suara-suara tiruannya. Lalu melewati situs purbakala yang semuanya sudah dikerubungi oleh sangat banyak serangga semacam kecoa seperti di film The Mummy Returns. Yaa... semuanya itu ditempuh dalam waktu lebih kurang 10 menit.

Wahana "Treasure Hunters"
Selanjutnya saya ingin mencoba wahana "Revenge of the Mummy" : "Plunge into total darkness on this indoor roller coaster as you come face to face with warrior mummies and scarab beetles". Di pintu masuknya, petugas sudah berteriak-teriak "high speed roller coaster!". Jadi, kali ini hanya saya yang naik. Mama lagi-lagi menunggu. Tapi, kali ini mama tidak perlu menunggu saya terlalu lama. Kok bisa? Nah... karena saya sendiri, jadi saya dipersilahkan oleh petugas di pintu masuk untuk masuk di antrian single rider. Antrian ini ditujukan untuk pengunjung yang hanya sendiri saja. Keuntungan dari antrian ini, antrian lebih pendek dan kita dapat naik wahana jika misalkan dalam satu barisan, dari antrian biasa, yang umumnya berombongan, menyisakan satu tempat kosong. Nah, di sinilah para single rider masuk. Jadi, lebih cepat naik. 

Di depan Pintu Masuk Wahana "Revenge of The Mummy"

Wah... jujur saja... karena antriannya sepi, jalurnya panjang, sedikit gelap, dan di kanan kiri bernuansa situs purbakala Mesir, saya merasa agak merinding. Baru lega setelah bertemu pengunjung lain yang telah ramai berkumpul di ujung antrian. Tidak perlu antri, saya langsung dapat giliran naik karena ada satu kursi tersisa dalam satu baris. Yak.. saya duduk paling pinggir. Satu kereta terdiri dari 4 baris dengan masing-masing baris terdiri dari 4 orang. Saya duduk di barisan kedua. Masuklah kami ke lorong gelap, lalu mulailah suara-suara menakutkan... Di kanan kiri terdapat mumi-mumi yang mengerikan. Lalu tiba-tiba kereta kami berjalan sangat cepat. Yaa... namanya juga roller coaster. Sempat perlahan tapi kemudian cepat lagi. Duh... di wahana ini, saya ngeri deh tapi bukan sama roller coasternya, suara-suara dan replika mumi itu loh, saya takut melihatnya. Rasanya seperti di rumah hantu tapi bedanya naiknya roller coaster. Akhirnya, saya banyak memejamkan mata. Ada sekitar 10 menit di dalam wahana ini. Saya langsung keluar mencari mama. 

Ketika saya bertemu dengan mama kembali, mama menyuruh saya untuk ikut mengantri untuk berfoto dengan orang-orang yang berdandan ala orang Mesir kuno seperti di film The Mummy Returns. Nah... ini salah satu bentuk pelayanan unik di USSR yang belum saya jumpai di taman bermain yang ada di Indonesia  yang saya tahu yaitu disediakan kesempatan untuk berfoto dengan karakter-karakter tokoh-tokoh atau badut. Tidak hanya disediakan badutnya saja, tapi ada petugas yang siap untuk mengambilkan foto kita. Jadi, jika pergi berombongan, semua bisa dapat difoto, dan jika pergi sendiri, kita dapat berfoto juga (tentunya selain dengan gaya bersusah payah dengan tangan sebelah memegang kamera). Semua ini gratis..tis..tis.. Dan... inilah beberapa foto saya dan mama selama di Universal Studio Singapore yang memanfaatkan pelayanan ini. 

Saya dan mama beserta tokoh-tokoh film The Mummy Returns

Salut sama 2 orang Penari ini (di Kawasan Sci-Fi City)

Berfoto sama Bumblebee, paling panjang antriannya... 

Akhirnya... Kesempatan berfoto bersama Po Kung Fu Panda

Bersama Karakter Film Woody Woodpecker 

Oh iya, kalau dilihat di peta, di USSR juga disediakan prayer room di kawasan Ancient Egypt. Akan tetapi, kami tidak menemukannya, akhirnya kami putuskan sholatnya nanti dijamak saja di penginapan :P

Selanjutnya, kami kembali memasuki Kawasan Sci-Fi City. Di sinilah saya uji adrenalin saya untuk terakhir kalinya yaitu dengan menaiki wahana "Battlestar Galactica : HUMAN" : "Zooming at speeds 82.8 km/h, this seated roller coaster narrowly avoids collisions as it twists, turns, and propels you over 14 storeys into the air". Yak...ini adalah roller coaster  super cepat. Eits.. tapi tunggu dulu... Ada 2 roller coaster super cepat di wahana ini. Akan tetapi, saya tidak naiki yang satunya, yaitu "Battlestar Galactica : CYLON" : "This suspended roller coaster goes up, around, and upside down with an intense corksrew and a cobra roll". Kedua wahana ini mempunyai pintu masuk dan jalur antrian terpisah, tapi... jalur tempat kereta super cepat ini lewat di satu tempat. Maksud saya, jalurnya di satu tempat, tapi terpisah, hanya saja antara satu jalur dengan yang lain saling bersilang-silang. 

The Blue Track : "Battlestar Galactica : CYLON", The Red Track : "Battlestar Galactica : HUMAN"
Sementara mama menunggu, saya masuk ke wahana Battlestar Galactica : HUMAN. Wah... di depan pintu masuk terpasang pengumuman antrian hanya 10 menit. Memang benar... antriannya hanya sebentar... Apalagi saya sendiri, di kereta yang sebarisnya terdiri dari 4 orang, pas ada satu baris yang baru terisi 3 orang, sayalah masuk untuk mencukupkan jadi 4. Wah... sejak awal berangkat, kereta sudah berjalan sangat cepat. Di jalur sebelahnya, kereta dari wahana Battlestar Galactica : CYLON pun berangkat. Keduanya seperti berpacu. Saya yang di bagian "HUMAN", rasanya whii... benar-benar memacu adrenalin. Kereta berpacu sangat cepat, tikungan-tikungan sangat tajam, juga naik dan turun. Saya dan 3 anak remaja bule yang sebaris dengan saya, berteriak-teriak sepanjang permainan... Semua berjalan sangat cepat dengan durasi sekitar 2 menit. Huffh.... Mantap deh...

Setelah turun dari wahana ini, saya kembali menghampiri mama. Mama mengajak kami menaiki wahana "Accelerator" : "Test your intergalactic stamina on this whirling twirling attraction". Ini merupakan wahana terakhir yang kami naiki. Wahana ini mirip wahana pontang panting di Dufan. Pengunjung masuk ke kendaraan kecil yang maksimal terdiri dari 4 orang tapi karena wahana ini sepi, sebagian besar kendaraan hanya terisi 2 orang. Lalu kendaraan kami diputar-putar secara horisontal dengan kecepatan cukup tinggi. Lumayan lah...

Banner "Sci-Fi City" from LEDs
Total saya naik 10 wahana, sementara mama naik 7 wahana. Setelah melewati kawasan Sci-Fi City, kami kembali memasuki kawasan Hollywood dan New York. Di sini, kami sempat keluar masuk beberapa toko merchandise. Wah.. lucu-lucu... tapi mahal. Akhirnya sekitar jam 16.30 sore, kami meninggalkan Universal Studio Singapore. Di pintu keluar, kami ditanya oleh petugas "Coming Back?"... Kami jawab "No". Rupanya, pengunjung dapat keluar sebentar dari Universal Studio, lalu masuk lagi pada hari yang sama, asalkan pada saat keluar dibubuhkan cap di tangannya. 

Salah satu merchandise unik : Replika Piala Oscar

Pertunjukkan di Kawasan Hollywood

Big Yellow "New York" Taxi
Kami menempuh perjalanan pulang sama seperti ketika berangkat. Di stasiun Somerset, tempat kami turun, kami sempat mampir ke KFC yang ada di mal di atas stasiun. Awalnya, mau cari paket nasi ayam. Ternyata, tidak menjual nasi. Jadinya, kami beli paket kentang dan burger. Lanjut berjalan ke penginapan. Dan... akhirnya kami kembali beristirahat untuk besoknya kami menikmati hari terakhir kami berjalan-jalan di Singapura.

Bye...Bye... Universal Studio Singapore...


Tidak ada komentar: